LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM
AZAS TEKNIK KIMIA
• PERCOBAAN 1
“Pereaksi pembatas”
• TUJUAN
- Menentukan pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih
- Menentukan hasil reaksi berbentuk gas
• DASAR TEORI
Sesuai namanya, pereaksi pembatas adalah
zat (pereaksi) yang membatasi jumlah produk yang dihasilkan pada suatu
reaksi. Dikatakan membatasi jumlah produk yang dihasilkan karena zat
tersebut telah habis terlebih dahulu selagi zat yang lain masih ada,
padahal keberadaannya sangat diperlukan untuk reaksi selanjutnya
(menghasilkan produk). Jadi, pereaksi pembatas adalah pereaksi yang
habis terlebih dahulu (pertama kali).
Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan
cara membagi jumlah mol setiap pereaksi masing-masing dengan koefisien
reaksinya (= kuosien reaksi, Q). Tentu saja dari reaksi yang sudah
setara. Pereaksi dengan kuosien reaksi terkecil merupakan pereaksi
pembatas. Dengan demikian kalau tersedia beberapa zat pereaksi dengan
jumlahnya masing-masing, kita dapat meramalkan zat pereaksi apa yang
nantinya habis terlebih dahulu atau zat apa yang tersisa.
perhatikan gambar di bawah ini!
X+2Y→XY2
Gambar : Pereaksi Pembatas
Reaksi di atas memperlihatkan bahwa
menurut koefisien reaksi, 1 mol zat X membutuhkan 2 mol zat Y. Gambar di
atas menunjukkan bahwa 3 molekul zat X direaksikan dengan 4 molekul zat
Y. Setelah reaksi berlangsung, banyaknya molekul zat X yang bereaksi
hanya 2 molekul dan 1 molekul yang tersisa, sedangkan 4 molekul zat Y
habis bereaksi. Maka zat Y ini disebut pereaksi pembatas.
Beberapa cara konversi
Dari mol ke gram atau dari mol menjadi massa
Dari gram atau dari massa menjadi mol
Mr tidak memiliki satuan
yang memiliki satuan massa molar zat itu jadi ketika akan dikonfersi
dari satuan ke satuan yang lain, yang digunakan adalah massa molar bukan
Mr atau Ar. Massa molar memiliki satuan g/mol.
Konsep kunci pengertian Reaksi Pembatas :
- Pereaksi (reaktan) pembatas adalah pereaksi yang benar-benar habis digunakan selama reaksi kimia.
- Pereaksi yang berlebih adalah reaktan yang tidak sepenuhnya habis digunakan selama reaksi kimia, dengan kata lain ada beberapa dari reaktan yang tersisa setelah reaksi.
2.2 Cara Menentukan Reaksi Pembatas
• ALAT DAN BAHAN
ALAT :
- Gelas ukur 250 ml
- Baskom
- Statif dan klem
- Corong
- Pipet ukur
- Pro pipet
BAHAN :
- 4 ml HCl pekat 37%
- Pita magnesium 0.25 gram
- Aquadest
- CARA KERJA
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Ditimbang pita magnesium seberat 0.25 gram
- Dituangkan aquadest kedalam baskom
- Dituangkan aquadest ke gelas ukur, lalu gelas ukur dibalik dan dimasukkan kedalam baskom yang berisi corong
- Diletakkan pita magnesium kedalam corong
- Dipasang statif dan klem agar gelas ukur tidak terjatuh
- Dimasukkan HCl pekat kedalam baskom yang berisi aquadest menggunakan pipet ukur
- Diamati dan dicatat reaksi yang terjadi
• HASIL PENGAMATAN
CARA KERJA, HASIL PENGAMATAN
1, Tidak ada yang diamati
2, Tidak ada yang diamati
3, Tidak ada yang diamati
4, Setelah gelas ukur dibalik tidak ada gelembung yang masuk ke gelas ukur
5, Tidak ada yang diamati
6, Tidak ada yang diamati
7, Magnesium mulai bereaksi dengan HCl
yang ditandai oleh adanya gelembung-gelembung udara yang memancar keatas
melalui corong. Air berkurang dan berubah menjadi gas H2
• ANALISIS DATA
Reaksi :
2HCl(l) + Mg(s) —–> MgCl2(aq) + H2(g)
Pada tekanan 740 mmHg = 740/760
T = 28°C = 301K
R = 0.082 L.atm/mol.K
PV = nRT
V = nRT/P = 1/96 × 0.083 × 301 // 740/760
= 760 × 0.082 × 301/ 76740
= 264 ml
Teta
Gas H2 yang dihasilkan = 260 ml
Pereaksi pembatas = Mg
V gas H2 = 260 ml = 0.26 L
P = 1 atm
R= 0.082 L.atm/mol.K
T= 27°C = 27+273 = 300K
n= PV/RT = 1 × 0.26 / 0.082 × 300
= 0,00274 mol
0.25 gram Mg direaksikan dengan 4 ml HCl pekat 37%, 4 ml HCl pekat 37% dengan massa jenis 1,19 kg/L dapat dihitung molnya
0.25 gram Mg = 0.25/24 =1/96 mol –> 1/48mol HCl
0,25 gram Mg = 1/96 × 22,4 × 1000
= 1/96 × 22,408 ml
= 233,3 ml
• PEMBAHASAN
Dalam praktikum kali ini diperlukan
kesabaran dan ketetapan. Dikarenakan ketika air yang berada didalam
gelas ukur, ketika gelas dibalik tidak boleh ada gelembung sama sekali.
Harus dilihat dan dipastikan tidak ada gelembung didalam gelas ukur.
Ketika Mg bereaksi dengan HCl, keluar gelembung-gelembung H2. Gelembung
keluar memancar melewati corong, gelembung keluar sedikit demi sedikit
kemungkinan dikarenakan pita Mg yang terlalu besar sehingga menghalangi
gelembung untuk naik. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk memastikan
benar benar reaksi antara HCl dengan Mg sudah berhenti.
Pereaksi pembatas pada praktikum kali ini
adalah Mg karena Mg habis terlebih dahulu. Untuk volume yang tersisa
adalah 260 ml. Tetapi, dalam teori seharusnya 240 ml. Dalam praktikum
ini menggunakan gelas ukur 250 ml jadi, kemungkinan volume yang tersisa
tidak sesuai dengan teori adalah kesalahan mata melihat.
• KESIMPULAN
Dalam praktikum ini dapat disimpulkan :
- Diperlukan kesabaran dan ketetapan ketika membalik gelas ukur yang berisi aquadest supaya tidak ada gelombang didalam gelas ukur
- Gas H2 keluar kurang cepat karena Mg yang terlalu besar kemungkinan menghalangi jalannya gas
- Pereaksi pembatasnya adalah Mg
- Kesalahan yang terjadi dalam menentukan volume akhir adalah kesalahan mata melihat, karena dalam praktikum ini menggunakan gelas ukur 250 ml sedangkan volume akhir lebih dari 250 ml
- DAFTAR PUSTAKA
pereaksi-pembatas.html.mht






0 komentar:
Posting Komentar